<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Faizal Mahananto &#187; deep hearth</title>
	<atom:link href="http://www.pituku.com/category/deep-hearth/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.pituku.com</link>
	<description>vivre pour la recherche et l&#039;étude</description>
	<lastBuildDate>Thu, 22 Jul 2010 03:30:26 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.4</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Live Reflection</title>
		<link>http://www.pituku.com/2009/01/08/live-reflection/</link>
		<comments>http://www.pituku.com/2009/01/08/live-reflection/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 08 Jan 2009 02:29:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Faizal</dc:creator>
				<category><![CDATA[Trip]]></category>
		<category><![CDATA[deep hearth]]></category>
		<category><![CDATA[greget]]></category>
		<category><![CDATA[incredible Me]]></category>
		<category><![CDATA[tribute to friends]]></category>
		<category><![CDATA[gunung]]></category>
		<category><![CDATA[hidup]]></category>
		<category><![CDATA[lawu]]></category>
		<category><![CDATA[pendakian]]></category>
		<category><![CDATA[perjalanan]]></category>
		<category><![CDATA[Perjuangan]]></category>
		<category><![CDATA[tantangan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.pituku.com/?p=85</guid>
		<description><![CDATA[- Aku benar-benar tidak tahu kenapa harus menulis ini. Yang ku tahu, aku suka melakukannya. Ini bagaikan refleksi hidup, hidupku. Aku sedang bercermin, sekarang. -

Negeri diatas awan (Jan 2009).
Aku kesana mencari jati diri, sekaligus mencari bidadari yang mau menjaga hatiku sepanjang waktu.
Liburan kadang membuatku tertekan, seakan berdosa sekali jika aku tidak memanfaatkannya dan atau merayakannya. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!--[if !mso]></p>
<style>
v\:* {behavior:url(#default#VML);}
o\:* {behavior:url(#default#VML);}
w\:* {behavior:url(#default#VML);}
.shape {behavior:url(#default#VML);}
</style>
<p><![endif]--><!--[if gte mso 9]><xml> Normal   0         false   false   false                                 MicrosoftInternetExplorer4 </xml><![endif]--><!--[if gte mso 9]><xml> </xml><![endif]--><!--[if gte mso 10]></p>
<style>
/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:"Table Normal";
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-parent:"";
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin:0in;
mso-para-margin-bottom:.0001pt;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:10.0pt;
font-family:"Times New Roman";
mso-ansi-language:#0400;
mso-fareast-language:#0400;
mso-bidi-language:#0400;}
</style>
<p><![endif]--><em>- Aku benar-benar tidak tahu kenapa harus menulis ini. Yang ku tahu, aku suka melakukannya. Ini bagaikan refleksi hidup, hidupku. Aku sedang bercermin, sekarang. -</em></p>
<p align="center"><!--[if gte vml 1]> <![endif]--><img src="http://www.pituku.com/wp-content/uploads/2009/01/DSC00524.JPG" alt="" width="418" height="312" /></p>
<p align="center"><strong>Negeri diatas awan (Jan 2009).</strong></p>
<p align="center"><strong>Aku kesana mencari jati diri, sekaligus mencari bidadari yang mau menjaga hatiku sepanjang waktu.</strong></p>
<p><span id="more-85"></span>Liburan kadang membuatku tertekan, seakan berdosa sekali jika aku tidak memanfaatkannya dan atau merayakannya. Entah kenapa itu selalu terasa di hati yang paling dalam, seakan detik demi detik hidup ini bernilai sekali (bernilaikah ?). Berlibur kadang sarat akan suatu hal yang biasanya tidak sama sekali cocok dengan gaya hidup yang diturunkan orang tua dan leluhurku terdahulu. Atau bahkan leluhur bangsa ini. &#8220;Boros&#8221; kadang membayangiku untuk mengalihkan keinginanku untuk memanfaatkan &#8220;liburan&#8221;. Meski banyak orang yang mampu bilang &#8220;cari liburan yang murah&#8221; <img src='http://www.pituku.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> . Hmmm, mungkin hanya keraguan bercampur kemalasan saja yang menelubungi anggapan itu.</p>
<p>Minggu lalu, teman baikku dari jakarta (sekarang bekerja di jakarta) menghubungiku. Seperti panggilan tugas saja, atau Call Of Duty, game perang-perang itu. Dia mengajakku untuk melakukan hal yang mampu menghilangkan dosa atas penggunaan dan pemanfaatan hari libur. Dan yang pasti, dia ingin mengulang petualangan yang telah dua kali aku lakukan bersamanya. Yupi, &#8220;mendaki gunung lawu&#8221;.</p>
<p><em>- Aku penakut, namun aku merasa tenang bersamamu kawan. Tunjukkan bahwa hidup ini tidak menakutkan -</em></p>
<p>Pendakian terdahulu, &#8230;.. mengesankan. Entah kenapa mendaki bagai candu yang merasuk ke tubuh ini tanpa konter sedikitpun. Perih dirasakan saat pertama atau bahkan merasakannya. Namun semakin dirasa semakin merasuk dan tak bisa ditawar-tawar lagi. Saat itu, &#8230; pendakian pertama. Aku dan lainya bertujuh tambah lima, jadi berduabelas orang mendaki bersama. Malam,&#8230;. entah apa jadinya kami tanpa berlima. Malam, &#8230;. tak bisa kupercaya aku mendaki malam hari. Yang pasti, &#8230; Aku ketakutan <img src='http://www.pituku.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' /> .</p>
<p align="center"><!--[if gte vml 1]> <![endif]--><img src="http://www.pituku.com/wp-content/uploads/2009/01/meh1.jpg" alt="" width="429" height="312" /></p>
<p align="center"><strong>Pendakian Gunung lawu yang pertama (17 Agustus 2003)</strong></p>
<p>Pendakian kedua. Kami berempat, dengan teknik dan rencana kami sendiri, kami mandiri, mampu merencanakan sendiri. Dua orang dari tim pendakian pertama, dan 2 orang baru. Kami percaya padanya, karena dari segi fisik, aku jauh lebih buruk. Intinya, aku bisa menggantungkan diri pada mereka (aku belajar kata &#8220;Oportunis&#8221; untuk masalah ini). Pendakian ke dua juga berhasil. Dengan kondisi yang lebih baik dari pendakian pertama. Namun ternyata, plan kami agak kurang bagus dalam harapan <img src='http://www.pituku.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> . Kami harus belajar lagi <img src='http://www.pituku.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> .</p>
<p>Pendakian kali ini, lebih matang lagi. Masih empat orang lagi. Mungkin aku akan memperkenalkan mereka. Dimulai dari team leader kami, kami memanggilnya &#8220;Rudi&#8221;. Dia ikut petualangan kami yang kedua, jadi ini kedua kalinya dia mendaki bersama kami. Kemudian tim medis yang biasa kami panggil, handaru atau ndaru. Dia sekarang mengadu nasib di jakarta. Hmmmm, suatu petualangan juga. Ketimbang aku yang hanya di surabaya <img src='http://www.pituku.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> , petualang bilang, ah.. kurang jauh. Dia bagian membawa peralatan medis dan bertindak sebagai perawat anggota tim sekaligus konsultan kesehatan. Dia sempat menyelamatkan kepalaku saat terantuk pohon karena pohon terlalu rendah untuk aku lewati. Berdarah, dan untungnya dia membawa obat luka <img src='http://www.pituku.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> . Anggota tim ketiga yaitu Harun, dia anggota baru tim. Baru kali ini dia ikut mendaki. Yang terakhir adalah aku. Aku bertindak sebagai kameramen, he..he.. gak jelas bukan. Karena photo yang aku ambil paling banyak, dan baterai HAPE ku juga paling awet untuk sesi Photo-photo.</p>
<p align="center"><!--[if gte vml 1]> <![endif]--><img src="http://www.pituku.com/wp-content/uploads/2009/01/DSC00659.JPG" alt="" width="452" height="339" /></p>
<p align="center"><strong>Ki-ka : Aku, Harun, Handaru, Rudi</strong></p>
<p>Seperti biasa, kami mendaki melalui jalur jawa tengah yaitu cemoro kandang. Jalur lain yang dapat dilewati adalah cemoro sewu, yang ini masih terletak di jawa timur. Seperti yagn telah diwarisi oleh si lima, mereka beranggapan jalur comoro kandang lebih mild untuk dilalui pemula, meskipun jaraknya lebih panjang ketimbang cemoro sewu. Namun harus berhati-hati, saat musim hujan kadang jalannya licin dan kelihatan liar. Beda dengan jalur cemoro sewu yang telah certata rapi dengan batu sebagai pijakan, pagar pegangan, dan jalurnya terlihat jelas serta lebih pendek. Namun kami kurang suka lewat jalur ini untuk pendakian seperti wejangan si lima. Ya jalur ini terlalu menanjak. Mungkin, untuk yang kakinya serng kram kurang baik. Kerja kaki lebih berat. Aku sendiri pernah mengalami kram kaki saat jalan menanjak di perlomban lintas alam beberapa tahun lalu. Kram&#8230;.. menakutkan, kadang hampir tak mampu berjalan. Jalur cemoro sewu asik untuk jalur turun. Itu menurut kami <img src='http://www.pituku.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> .</p>
<p>Setiap pendaki diharuskan mendaftarkan diri dan mencatatkan sebagai pendaki di pos cemoro kandang. Setelah itu kami meritualkan diri untuk membaca peraturan dan larangan mendaki yang terpampang di pengumuman di depan pos. Terakhir, sebelum berangkat kami berdoa, dipimpin oleh tim lider, Rudi. Berangkat&#8230;&#8230;&#8230;</p>
<p align="center"><!--[if gte vml 1]> <![endif]--><img src="http://www.pituku.com/wp-content/uploads/2009/01/DSC00385.JPG" alt="" width="339" height="452" /></p>
<p align="center"><strong>Papan peraturan</strong></p>
<p>Kami berjalan dengan santai. Tidak tergesa-gesa dan berangkat sekitar pukul 10 siang. Kami berencana beristirahat ke pos 4 sebelum akhirnya meneruskan perjalanan ke puncak. Meski akhirnya kami mengubah rencana karena kondisi yang tidak memungkinkan. Kami menuju tempat yang tidak pernah kami singgahi di pendakian satu dan dua, Hargo Dalem, untuk beristirahat. Kami berjalan sampai malam dari pos 4 sudah jam 18.30. Meski sempat bingung di persimpangan &#8220;selo&#8221; akhirnya kami sampai juga di persimpangan cemoro kandang, hargo dalem, hargo dumilah (puncak). Dari situ kami ambil jalur kiri ke hargo dalem, yang konon sebagai tempat ritual di gunung lawu. Di sana terdapat banyak warung yang besar-besar, pengunung dan pendaki dapat menginap di dalamnya. Yang aneh, diwarung-warung tersebut ada lampu listrik yang menyala. Hmmm kami belum sempat menyelidiki dari mana sumber listriknya. Kami sampai hargo dalem malam hari sekitar jam 9 malam. Kami istirahat di barak seng yang disiapkan untuk pendaki. kami memasak, tidur dan menghangatkan diri dengan api unggun disitu. Sampai menjelang pagi, jam 03.00 kami berangkat ke puncak hargo dumilah yang merpakan puncak tertinggi gunung lawu dengan ketinggian 3265 meter diatas permukaan laut (mdpl). Sampai dipuncak, &#8230;. hmmmm masih bisa terkagum-kagum atas kebesaran Allah. Di atas kami kembali memasak untuk sarapan pagi dan merebus air untuk menyeduh kopi. Di puncak kami memuaskan diri untuk mengambil photo.</p>
<p align="center"><!--[if gte vml 1]> <![endif]--><img src="http://www.pituku.com/wp-content/uploads/2009/01/DSC02202.JPG" alt="" width="459" height="344" /></p>
<p align="center"><strong>Tim di puncak lawu</strong></p>
<p>Mendaki ini bagaikan refleksi hidup, penuh cobaan, kita harus bersabar seperti yang disampaikan pak tua di dalam perjalanan kami. &#8220;Yang penting iku sabar mas, smua cobaan seperti apapun pasti akan terlewati kalau kita sabar&#8221;. Kami percaya saja, beliau perujar pernah mendaki lawu tiap tahun mulai tahun 80, jadi sekitar 28 kali pendakian, manut wes <img src='http://www.pituku.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  &#8230;</p>
<p align="center"><!--[if gte vml 1]> <![endif]--><img src="http://www.pituku.com/wp-content/uploads/2009/01/DSC00633.JPG" alt="" width="405" height="304" /></p>
<p align="center"><strong>Akhirnya kami di negeri diatas awan</strong></p>
<p><em>- aku rindu mendaki lagi, sesaat setelah aku sampai di bawah. Seperti lingkaran hidup manusia, kadang dibawah kadang diatas. tentunya semua manusia ingin diatas bukan. Jadi kenapa kalian tidak mendaki gunung saja. Untuk keatas, memang harus didaki dengan penuh kesabaran. Seperti hidup, Mungkin &#8230; Jadi kenapa takut mendaki? kenapa takut mendaki hidup? kalau itu menyenangkan -</em></p>
<p>Kami memutuskan untuk turun gunung setelah puas photo dan sekitar pukul 7 pagi, kami turun. Melalui jalur pendakian cemoro sewu. Kami menemukan yang baru dari jalur itu, sekarang sudah menjadi jalur yang bagus ketimbang ketika saya lalui di pendakian pertama dan kedua. Jalurnya sudah jelas terlihat terdapat pagar pegangan untuk pendaki yang terbuat dari besi. Kalau dilihat dari bawah atau atas seperti hamparan &#8220;stairway to heaven&#8221;, he..he.. Akhirnya sekitar pukul 12 siang kami sampai bawah dan kami putuskan untuk secepatnya pulang karena besok harus bekerja kembali.</p>
<p align="center"><!--[if gte vml 1]> <![endif]--><img src="http://www.pituku.com/wp-content/uploads/2009/01/DSC02223.JPG" alt="" width="284" height="379" /></p>
<p align="center"><strong>Stairway to heaven</strong></p>
<p><em>- Aku bebas sebebas-bebasnya -</em></p>
<p><object classid="clsid:d27cdb6e-ae6d-11cf-96b8-444553540000" width="247" height="201" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0"><param name="allowFullScreen" value="true" /><param name="allowscriptaccess" value="always" /><param name="src" value="http://www.youtube.com/v/hjrKdB_Sxgg&amp;hl=en&amp;fs=1" /><embed type="application/x-shockwave-flash" width="247" height="201" src="http://www.youtube.com/v/hjrKdB_Sxgg&amp;hl=en&amp;fs=1" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true"></embed></object></p>
<p><object classid="clsid:d27cdb6e-ae6d-11cf-96b8-444553540000" width="247" height="201" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0"><param name="allowFullScreen" value="true" /><param name="allowscriptaccess" value="always" /><param name="src" value="http://www.youtube.com/v/tmVqaQWF95c&amp;hl=en&amp;fs=1" /><embed type="application/x-shockwave-flash" width="247" height="201" src="http://www.youtube.com/v/tmVqaQWF95c&amp;hl=en&amp;fs=1" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true"></embed></object></p>
<a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Fwww.pituku.com%2F2009%2F01%2F08%2Flive-reflection%2F&amp;linkname=Live%20Reflection"><img src="http://www.pituku.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_256_24.png" width="256" height="24" alt="Share/Bookmark"/></a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.pituku.com/2009/01/08/live-reflection/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>21</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>pituku</title>
		<link>http://www.pituku.com/2008/11/07/pituku/</link>
		<comments>http://www.pituku.com/2008/11/07/pituku/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 07 Nov 2008 09:56:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Faizal</dc:creator>
				<category><![CDATA[deep hearth]]></category>
		<category><![CDATA[kemping]]></category>
		<category><![CDATA[lawak]]></category>
		<category><![CDATA[pituku]]></category>
		<category><![CDATA[pramuka]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.pituku.com/?p=82</guid>
		<description><![CDATA[
	
	Aksi G-7, By: ian_th2222

Kalau panjenengan (mohon dibaca : anda, saja  ) bertanya kepada saya, apa to pituku itu!. Mungkin saya harus mengingat-ingat kisah saya beberapa tahun yang lalu bersama ketujuh kawan lelaki saya dan keduapuluhtiga kawan perempuan saya.
Ya ini hanya sekedar kisah yang menyenangkan dari sebagian kecil hidup saya. Kisah yang,&#8230; ah gak sepadan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align: "center;"><div class="img aligncenter" style="width:430px;">
	<img src="http://i131.photobucket.com/albums/p295/pituku/1600996990.jpg" alt="Aksi G-7, Awal karir G-7, pelantikan jd bantara di Jamus, kalo gk salah saat lburan naik ke kelas 2. By: ian_th2222" width="430" height="332" />
	<div>Aksi G-7, By: ian_th2222</div>
</div>
<p>Kalau <em>panjenengan </em>(mohon dibaca : anda, saja <img src='http://www.pituku.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> ) bertanya kepada saya, apa to pituku itu!. Mungkin saya harus mengingat-ingat kisah saya beberapa tahun yang lalu bersama ketujuh kawan lelaki saya dan keduapuluhtiga kawan perempuan saya.</p>
<p>Ya ini hanya sekedar kisah yang menyenangkan dari sebagian kecil hidup saya. Kisah yang,&#8230; ah gak sepadan dengan cerita laskar pelanginya mas Andrea. Juga kalau diceritakan tidak sebagus karya beliau, mungkin kalau beliau yang bercerita juga jadi bagus, he.h.e.. entah lah.</p>
<p>Pramuka &#8211;&gt; Praja Muda Karana</p>
<p>plok plok plok&#8230;&#8230;.plok plok plok&#8230;&#8230;&#8230;plok plok plok plok plok plok plok<span id="more-82"></span></p>
<p>Kala itu saya sedang duduk di kelas 2 SMA [kalau tidak salah :duh kok pelupa gini <img src='http://www.pituku.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' />  :] saya sedang gencar-gencarnya ikut kegiatan kepramukaan. Dulu terkesan gagah, dan saat itu saya senang karena mendapat kesempatan untuk naik pangkat, yaitu menjadi pangkat bantara <img src='http://www.pituku.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';-)' class='wp-smiley' /> . Ya bantara, setingkat lebih rendah dibanding laksana (pangkatku sekarang <img src='http://www.pituku.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> ). Kami mendapat informasi dari presiden [yang bener namanya pradana] <img src='http://www.pituku.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';-)' class='wp-smiley' />  gudep kami. Kami akan melakukan pelantikan di &#8220;bumi perkemahan *****&#8221; [sengaja saya sensor supaya komentarnya rame, silakan tanya di komentar <img src='http://www.pituku.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> ]. Tempatnya dingin, mungkin saat itu adalah tempat paling dingin yang pernah saya kunjungi (ah mungkin juga tidak, saya juga punya keluarga yang tinggal di lereng gunung merbabu dan merapi kalo malam atau pagi, lantainya duingin bahkan dindingnya juga <img src='http://www.pituku.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> ). Saya senang saat itu, karena tidak semua ikut dan yang jelas kalo masalah kemping aku paling cepet bilang &#8220;ya&#8221;. Dan (jangan bilang siapa2), saya ikut pramuka salah satunya juga biar diajak kemping <img src='http://www.pituku.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> ). Wah bener-bener curang ya <img src='http://www.pituku.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> . Ok sekarang kembali ke pelantikan, nah sekarang cerita yang membosankan sudah dimulai, langsung saja saat itu aku dan ketujuh orang teman laki laki saya, pada malam terakhir, &#8220;dipaksa&#8221; untuk membuat suatu pertunjukan. Hmm ya yang terpikir dari kami adalah, pertunjukan apakah itu?&#8230;.</p>
<p>Sempet mikir puanjang&#8230;.</p>
<p>Tapi tetep akhirnya kami dapat ide untuk melakukan &#8220;ndagel&#8221; (plissss dibaca : melawak/melakukan lawakan). Dan kami memberi nama ke 7 orang dalam &#8220;geng pitu&#8221;. ha..ha..ha.. gak mbois blas (ampuuun dibaca : &#8220;tidak keren sama sekali&#8221;, aja ya <img src='http://www.pituku.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> ). Nah dari kata itulah pituku dibentuk.</p>
<p>Pituku</p>
<p>Pituku dalam bahasa jawa, dalam bahasa indonesia berarti &#8220;angka tujuh milik saya&#8221;. Menurut legenda&#8230; halah guyon aku <img src='http://www.pituku.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> . Setelah kejadian itu saya ngefans sama angka tujuh. Kalo kesampean aku ingin mengelilingi 7 benua, aku pengen punya plat mobil &#8220;indonesia 7&#8243;&#8211;&gt; baca orang terpenting nomor 7 di indonesia, dll lah.</p>
<p>So jadi intinya sampeyan, panjenengan, anda, you, anata, dll lah sudah tahu apa itu pituku, sekarang mana upah saya nglawak <img src='http://www.pituku.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>N.B : barusan ketemu &#8220;mantan&#8221; pelawak dari jogja [moga moga nglawak lagi]&#8211;&gt; moga moga nularin saya lagi <img src='http://www.pituku.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> .</p>
<p>Jayalah terus Pituku &#8211;&gt; halah koyok mars aje <img src='http://www.pituku.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Fwww.pituku.com%2F2008%2F11%2F07%2Fpituku%2F&amp;linkname=pituku"><img src="http://www.pituku.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_256_24.png" width="256" height="24" alt="Share/Bookmark"/></a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.pituku.com/2008/11/07/pituku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dulu 4,44 sekarang 3,33</title>
		<link>http://www.pituku.com/2008/05/27/dulu-444-sekarang-333/</link>
		<comments>http://www.pituku.com/2008/05/27/dulu-444-sekarang-333/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 27 May 2008 12:13:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Faizal</dc:creator>
				<category><![CDATA[deep hearth]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pituku.wordpress.com/?p=106</guid>
		<description><![CDATA[Sedikiet menyesal, tapi tetep, my lord decision, tiap keputusan yang keluar adalah keringat yang tabisa saya bayar. Pengabdiannya meskipun sebagus apapun atau seburuk apapun, sebagai rakyat, akan saya dukung.
20 ribu adalah sejumlah uang yang sering aku belanjakan minimal 4 kali dalam sebulan. 30 persen adalah nilai atau besar yagn dikeluarkan presiden untuk kenaikan BBM.
Aku (baca [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sedikiet menyesal, tapi tetep, my lord decision, tiap keputusan yang keluar adalah keringat yang tabisa saya bayar. Pengabdiannya meskipun sebagus apapun atau seburuk apapun, sebagai rakyat, akan saya dukung.<br />
20 ribu adalah sejumlah uang yang sering aku belanjakan minimal 4 kali dalam sebulan. 30 persen adalah nilai atau besar yagn dikeluarkan presiden untuk kenaikan BBM.<br />
Aku (baca : motorku) tak bisa bejalan lebih jauh dari kemarin (berlebihan, asline bisa). Aku tak bisa menyimpan uang sebanyak kemarin (emang kemarin aku nyimpan uang). Aku takbisa segembira kemarin (susah senang silih berganti). Dan aku sangat sedih tak sesedih hari nanti (emang bisa liat hari nanti). Aku tak bisa seserius kemarin (everflamboyan).<br />
asdf qwerty <img src='http://www.pituku.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' />  <img src='http://www.pituku.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' /> (</p>
<a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Fwww.pituku.com%2F2008%2F05%2F27%2Fdulu-444-sekarang-333%2F&amp;linkname=Dulu%204%2C44%20sekarang%203%2C33"><img src="http://www.pituku.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_256_24.png" width="256" height="24" alt="Share/Bookmark"/></a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.pituku.com/2008/05/27/dulu-444-sekarang-333/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>15</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menentukan masa depan(ku)</title>
		<link>http://www.pituku.com/2008/03/30/menentukan-masa-depanku/</link>
		<comments>http://www.pituku.com/2008/03/30/menentukan-masa-depanku/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 30 Mar 2008 12:43:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Faizal</dc:creator>
				<category><![CDATA[deep hearth]]></category>
		<category><![CDATA[jadi scientist]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pituku.wordpress.com/?p=75</guid>
		<description><![CDATA[Kerja, nerusin kuliah abroad, apa nerusin kuliah disini aja ya ?
Pertanyaan diatas selalu terngiang-ngiang dikepala.  Maklum, Insya Allah, tahap sarjana akan segera selesai. Masih bingung menentukan jalan selanjutnya. Selalu terbayang cita-cita yang tinggi, biar ortu bangga, bisa berguna bagi bangsa dan negara. Tugas akhir alhamdulillah sudah hampir selesai banyak waktu terbuang percuma, pengen belajar [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify">Kerja, nerusin kuliah abroad, apa nerusin kuliah disini aja ya ?</p>
<p align="justify">Pertanyaan diatas selalu terngiang-ngiang dikepala.  Maklum, Insya Allah, tahap sarjana akan segera selesai. Masih bingung menentukan jalan selanjutnya. Selalu terbayang cita-cita yang tinggi, biar ortu bangga, bisa berguna bagi bangsa dan negara. Tugas akhir alhamdulillah sudah hampir selesai banyak waktu terbuang percuma, pengen belajar ini pengen belajar itu, pengen les ini pengen les itu, banyak keinginan yang akhirnya gak juga kesampaian. Malam nge-Lab, siang tidur (kayak kelelawar aja). Duhhh gak teraktur banget. Pengen mengakhiri ini dan memulai sesuatu yang baru.</p>
<p align="justify"><img class="alignright" style="float:right;border:2px solid black;margin:12px;" src="http://www.pituku.com/wp-content/uploads/2008/03/sakura.jpg" alt="Bunga" hspace="12" align="right" />Kemarin malam, waktu sedang menjenguk teman-teman di lab bawah, kutemukan buku putih berjudul &#8220;Beasiswa Pemerintah Jepang (Monbukagakusho/MEXT)&#8221; kata desi_lavender sih buku itu kepunyaan siapa gitu cuman karena berserakan ya aku ambil dan kubawa keatas (Laboratorium Tugas Akhir) aja. Kubaca sampai habis karena gak terlalu tebal. Buku ini mengingatkanku pada keinginanku beberapa bulan yang lalu. Ya, aku ingin kuliah di jepang. Selain institusinya bagus, aku juga suka jepang karena negaranya menarik, bergunung-gunung, dan yang tak kalah menarik kisah sejarah samurai yang mulai aku lirik setelah melihat serial kartun &#8220;Samurai X&#8221;, serial Dorama, dll.</p>
<p align="justify">Namun, keinginan itu mulai aku tinggalkan karena ada beasiswa dalam negeri yang &#8220;sepertinya&#8221; lebih mudah didapatkan. Mudah dalam arti tak membutuhkan kemampuan baha asing (kalaupun butuh mungkin hanya sebatas persyaratan masuk&#8211;TOEFL). Sedangkan jalan untuk mendapatkan beasiswa ke jepang belum aku dapatkan.</p>
<p align="justify">Tadi malam setelah aku baca buku putih tipis besar tadi, aku jadi kepingin lagi untuk melanjutkan studi ke luar negeri khususnya jepang. Kumulai dengan membuka website institusi dan universitas di jepang, ku ceklak ceklik kucari jurusan yang sebidang dengan jurusan yang sekarang. Ohh ternyata ada, setelah itu aku terus telusuri untuk mendapatkan kontak seorang profesor untuk mendapatkan LoA. LoA adalah salah satu persyaratan untuk mendapatkan beasiswa U to U (Aku dapat dari buku putih tadi). Di halaman research kutemukan satu profesor dan beberapa mahasiswanya yang sedang mengerjakan riset. Hemmm. Riset mereka tidak asing bagiku,  Kesimpulank, Jurusan ini cocok untuk melajutkan Studi untuk aku. Setelah menemukan halaman itu aku jadi tertarik kembali untuk menuntut ilmu disana. Harapan terbentang, jalan terbuka. hemmm apakah semudah yang aku kira, aku tak tau apakah jalan itu benar-benar bisa aku lewati.</p>
<p align="justify">Disamping itu semua, aku juga tak segan melamar kerja seadanya. Hanya untuk memenuhi pesan Bapak. &#8220;Kerja apapun diambil, jangan pulang setelah kuliah usai (kejam.. haaaa)&#8221;. Jadi teringat pengalaman <a href="http://pituku.wordpress.com/2008/03/29/belum-lulus-minta-di-tempat-kerja-enak-dengkulmu-itu">ini</a>. Ha.h.a..</p>
<p align="justify">Bagaimana denganmu teman? apakah masa depanmu sudah tergambar di kepalamu?</p>
<a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Fwww.pituku.com%2F2008%2F03%2F30%2Fmenentukan-masa-depanku%2F&amp;linkname=Menentukan%20masa%20depan%28ku%29"><img src="http://www.pituku.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_256_24.png" width="256" height="24" alt="Share/Bookmark"/></a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.pituku.com/2008/03/30/menentukan-masa-depanku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
