Runtuhnya Aplikasi Desktop
Posted by FaizalJul 21
Pernahkah anda berpikir, beberapa bulan kedepan sudah tak tampak lagi aplikasi desktop? Setiap anda menjalankan program atau aplikasi, pertama yang harus anda nyalakan adalah “Browser”. Mau???
Entah dari mana kata aplikasi desktop berasal. Saya sendiri menelannya mentah-mentah semenjak pertama kali mendengarnya. Kalau memang ada hubungannya dengan komputer desktop, berarti aplikasi tersebut berjalan pada komputer desktop.
Sekarang kita tinggalkan bahasan diatas. Kita membahas mengenai kebutuhan software saat ini. Software saat ini dibutuhkan di semua kalangan. Bahkan sampai tukang becak yang memanfaatkan hp untuk komunikasipun juga butuh software. Perkembangan sekarang mengarahkan software berbasis client server. Ini juga berpedoman pada kebutuhan umat manusia untuk terus selalu terhubung. Misalkan saja aplikasi perkantoran untuk sistem informasi, aplikasi bank, aplikasi sistem informasi rumah sakit, dll. Ada satu lagi aplikasi yang paling saya sukai dan wajib terhubung, yaitu “game online’. Mereka butuh untuk saling terhubung. Paling tidak terhubung dalam satu lokasi atau intranet.
Selain aplikasi desktop, kita juga mengenal aplikasi berbasis web. Gampangannya, ini adalah aplikasi yang dapat diakses melalui web browser. Sungguh menarik memang, dulu internet hanya sebagai jalur untuk menampilkan website atau webpage, namun sekarang kita sudah mengenal “aplikasi facebook” yang banyak anda dan saya gunakan di internet. Aplikasi ini wajib client server, maksudnya ada servernya dan kita sebagai client harus memiliki akses jaringan ke internet untuk menjalankannya.
Aplikasi berbasis web sendiri sudah sangat banyak dan beragam. Baik dari macam maupun penyedianya. Sebut saja aplikasi situs pertemanan, ada facebook, frienster dll. Kalau saya hubungkan dengan aplikasi desktop, aplikasi berbasis web memiliki online storage layaknya kita punya hardisk pribadi di internet, online office untuk menyaingi aplikasi office pada desktop, dan lain lain.
Dilihat dari banyaknya aplikasi yang saling berhubungan bukan tidak mungkin tren pengembangan aplikasi di masa datang akan mengarah ke aplikasi berbasis web. Namun masalah yang terjadi sekarang adalah apakah mampu aplikasi web menyaingi kinerja aplikasi desktop. Kita tahu bersama, aplikasi web mengandalkan kecepatan jalur internet meski dukungan servernya sangat bagus. Aplikasi desktop memiliki keunggulan karena aplikasi ini dapat memanfaatkan kinerja prosesor lokal sehingga tidak banyak membutuhkan hasil proses dari komputer server.
Saya masih menunggu kepastian keluarnya OS baru yang akan dikeluarkan Google yaitu Google Chrome OS. Menurut media, OS ini memiliki kehandalan dalam melakukan akses internet. OS ini simple, aman, dan cepat. Kalau seluruh aplikasi bisa kita rubah ke dalam bentuk aplikasi berbasis web, maka yang kita butuhkan pada komputer kita adalah browser. Kita tidak perlu OS, kalopun perlu kita hanya butuh OS yang sepenuhnya mendukung browser kita, mungkin semacam Chrome OS seperti itu.
Tren PC pun berubah dari yang sekarang sedang berlomba-lomba dalam meningkatkan kapasitas prosesor, karena aplikasi web tidak banyak membutuhkan kinerja lokal, komputer akan diproduksi dengan spesifikasi yang dikira hanya cukup untuk browser. Para suplier Komputer pun berubah pada pengembangan prosesor supercepat untuk komputer server yang kebutuhannya semakin meningkat.
O iya satu lagi, kalau sudah ada OS yang mendukung browser, kita juga harus memikirkan jalur internetnya. Kalau jalur internet masih empot-empotan begini, “desktop aplication” tidak akan pernah musnah.

4 comments
Comment by noval on 2009/07/26 at 2:37 pm
pertamax !!! … *lek ronny lak nang sijine*
hmm … google earth aplikasi desktop bukan? dia kan tetep aja nyambung ke google server .. aplikasi nya cmn berguna untuk viewer aja …
tapi trendnya sekarang emang lebih mengarah ke cloud computing ‘everything is in the air’ *halah opo maneh iki*… sehingga aplikasi lama kelamaan akan jadi service oriented yang sangat scalable …
klo sekarang lihat saja google dengan google doc, google translate, google spreadsheet, google maps dan lain-lain yang siap menggantikan aplikasi2 yang katanya adalah ‘aplikasi desktop’.
tapi kalo hardware2 desktop memang masih akan terus berkembang, karena game2 dan encoding pilem juga terus berkembang
*doh .. cek dowone komen ku ..
Comment by Faizal on 2009/07/27 at 9:46 am
Desktop memang masih banyak pengembangan, kemarin sempat nemu kata ’semantic desktop’, mungkin bisa jadi riset2 berkembangnya desktop. Aku pengen liat aja kalo memang bisa lebur
, masih menunggu boomingnya Chrome OS dulu aja. Dowo gak popo, sekalian bikin post disini juga tidak apa2 Val, wakakaka
Comment by Daniel Prime on 2009/07/30 at 11:19 am
Trendnya memang ke arah web-based application deh…
Apalagi yang disebutin sama Noval, cloud-computing itu..
bayangin aja semua data kita ada di server, proses komputasi juga di server, hehe…
jadi kita ga perlu komputer canggih-canggih, tinggal sediain koneksi internet super-duper cepat, beres..kan semua dah ditangani server..hehehe…
tapi bukan berarti aplikasi desktop bakalan runtuh, mungkin aplikasi dekstop bakal menemukan caranya sendiri untuk tetap bertahan bersandingan dengan web-based, seperti halnya Radio yang tetap bertahan meskipun semakin meluasnya pengguna TV dan Internet..
Hmm..diskusi yang menarik..
Comment by EQ on 2009/10/26 at 6:47 pm
menghayal lo.. aplikasi desktop bakal runtuh… LINUX yang dari dulu dianggap hebat dengan command linenya pun akhirnya model desktop juga jadinya… terus siapa yang mau bikin Ms Office model web site dan ngga ada sejarahnya kecepatan aplikasi web site bisa nandingin kecepatan desktop masalahnya web site tetap memerlukan jeda waktu untuk proses… tapi ngga tahu deh.. nanti jamannya star trek ketika orang ngga perlu lagi web site atau desktop, semua komputer sudah hologram