Bank PitukuPagi ini seperti biasa saya berangkat ke kantor. Tidak ada firasat apa-apa pagi ini. Papan nama perusahaan mulai terlihat jelas ketika merci hitamku perlahan mendekat di kemacetan jalan. Ya. Bank Pituku Tbk. begitulah perusahaan yang aku bangun dengan darah dan keringat itu bernama. Dengan perlahan perusahaan yang kurintis dari bawah hingga sekarang menduduki peringkat bank nomor 3 dengan aset terbanyak di “Republik Mimpi” :)

Masuk pintu kantor, ku bertemu salah satu karyawan bagian personalia “Bunga” namanya. Disapanya dengan ramah diriku “Selamat pagi, Pak” kujawab “Selamat Pagi”. Senangnya pagi-pagi gini sudah dilempar senyum wanita secantik dia. Seakan dunia ini milikku. Semua yang kuinginkan hampir bisa terpenuhi.

Masuk ruangan yang tidak begitu besar dengan ukuran 9×8 meter kuraih kursiku dan ahhh kunyalakan laptop yang sejak dari mobil ku jinjing (Semoga aku gak dimarahi pake laptop disini). Lalu dari luar ruangan aku dengar suara seseorang mengetuk pintu ruanganku. Tok..tok..tok.. kujawab “Masuk”. Lalu wajah yang tak asing kulihat. ya “Bunga” melemparku dengan senyman lagi “Pagi Pak, Hari ini ada surat lamaran masuk yang ingin melamar ke bagian IT kita”. Dengan penuh semangat kuterma berkas dari Bunga. Ada banyak sekali berkas. Namun sepertinya aku akan menerimanya semua, dan akan kuwawancarai sendiri satu persatu (karena konon pekerja IT ini harus bener2 bisa diandalkan. Dalam arti semuanya baik kepercayaan, kemampuan, dll lah).

Siang tepat jam 1 masuk lah satu pelamar pertama untuk wawancara. Kutanya nama dia menjawab “Nama saya Anton pak”. Lalu kutanya seputar IT dan kemampuan2 lainnya, begitu kulihat halaman terakhir berkasnya, ada kejanggalan, kutanya dia “Kenapa nilai tugas akhirmu belum ada?” lalu dia menjawab dengan tenangnya ” ya karena saya belum lulus pak” jawaban orang itu seakan membuat darah dalam nadiku ini terpompa dan ingin muncrat2 dari tubuhku. Kubentak dia “Kurang ajar, ngapain loh kesini, sekolah aja belum lulus dah mau kerja, emang kantornya embah mu apa” kutambahi “Pwergi sana dasar anak ingusan!!!!!” lalu dia dengan tertakut2 keluar dari kantorku berlari. Mungkin sehabis ini dia menangis dihadapan ibunya. Ha..ha..ha..

* cerita ini hanyalah fiktif belaka. Kalau ada kesamaan nama dan tempat hanya karena kekilafanku yang menuliskan nama dan tempat secara sama

  • Share/Bookmark